Langsung ke konten utama

Setahun Lalu: Sesenggukan Tapi Menyenangkan

 


kejadian itu cepet berlalu, tapi memory itu melekat


Tempat ini menjadi saksi betapa sesenggukannya fase kala itu.

seakan duniaku berhenti tapi patah, berasa cintaku gak terbalas walau memang gak pernah terbalas 😂


aku pikir waktu itu baik-baik saja, nyatanya nggak!

aku cukup sulit untuk MOVE ON


hari-hari yang kulewati kala itu sungguh penuh dengan agenda menyenangkan dan sesenggukan. Sudah ku berikan semua yang aku punya, semua yang aku bisa 

nyatanya, tidak cukup membantu

aku pikir aku salah

hingga akhirnya aku merasa kalah

aku mengalah…

aku mengalah untuk memberi kemenangan seseorang





Tapi aku bersyukur, dalam fase patah tersebut sahabat-sahabat baik, orang-orang  berhati mulia ada di sekitarku.


aku berusaha untuk bersikap tenang, berharap semuanya akan lewat dengan semua aktifitasku yang memang gak pernah berhenti.


aku bersyukur dalam ujian kali ini aku mendapatkan nilai yang menurutku pantas untuk di dokumentasikan.


Aku menunggu sebenarnya gak begitu lama, hingga akhirnya sekali lagi Allah menunjukkan akhir dari cerita ini. “pemenang” tersebut bukan lah pemenang sesungguhnya.

Sejujurnya aku gak begitu senang mendengarnya, tapi merasa harus banyak bersyukur dan tetap tenang dikala Allah memberi ujian dalam kesenangan maupun kekhawatiran. 


Setelah dewasa ini aku mengerti dibalik kata “sabar” dan “ikhlas” setelah ikhtiar yang begitu maksimal lalu pasrah. 


Jadi, ayo keep calm and stay go ahead 

Kalau kamu sedang membaca ini dan sedang mendapatkan ujian yg menurutmu sulit saat ini :) ketahuilah ujian memang sulit kalau gak sulit namanya bukan ujian tapi apa? (maaf aku gak bisa menemukan padanan terusan wkwkwk)



Kalau kamu mengenalku, pasti tahu apa yang aku maksud hohoho 


Terima kasih sudah membaca jurnalku, sengaja aku tulis untuk sekedar berbagi bagaimana perjalananku yang begitu berliku walau terlihat menyenangkan 😁 sambil sesenggukan.


Aku selalu menanti plot twist yang indah dan seru.



Setahun lalu~

30 Mei 2024


ditulis dalam perjalanan bis yang memabukan

Komentar

Popular Posts

23 vs 32

10 tahun lalu terasa berat buatku, bahkan 10 tahun setelahnya juga masih terasa berat.. "Merayakan hari jadi diri sendiri dengan sendirian di usia 32th" Hari ini banget aku pergi ke Sate Kelopo favorit di sebelah gedung Intiland dan siapa tahu ibu sang penjual sepertinya agak hafal wajahku bertanya " kok dewean ?", dalam hatiku hmm sepertinya aku selalu sendirian bu :') tapi terima kasih bu sudah mengajak aku bicara di hari ultahku itu sangat berarti. So, aku sangat bersyukur dengan usia yang begitu matang. Usia 23 tahun di 10 tahun lalu, diriku masih struggle dengan kehidupan, mulai mencari kerja, mencari jati diri, dapat kerja tapi gaji masih difokuskan ke rumah, gak fokus buat nikah karena kepikiran karena belum stabil semuanya, quarter life crisis walaupun sampai sekarang tapi, setidaknya aku bersyukur sudah melewati fase itu. Tapi itu 10 tahun lalu. Sekarang? jadi dewasa itu penuh dengan pertimbangan, udah 10 tahun bekerja tapi nggak naik-naik jabatan ehhh...

Tips Membuat Majalah, Koran, Brosur, dan Sejenisnya

Tips Membuat Majalah, Koran, Brosur, dan Sejenisnya Sebenarnya, bikin majalah, koran, brosur, atau leaflet itu punya beberapa aturan dasar yang sama dan tujuan format yang jelas. Dari pengalaman saya, banyak desainer pemula yang asal jadi aja tanpa ngerti aturan penting. Padahal, misalnya buat majalah, ada aturan khusus seperti jumlah halaman, ukuran font, pengaturan gambar, margin, dan lain-lain. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan: Jumlah halaman harus kelipatan 4 (misal: 12, 16, 20, 24, 28, dst). Ini supaya nggak ada halaman kosong yang mubazir. Ukuran font isi majalah: 9-10 pt, pakai font yang umum seperti Arial, Times New Roman, Georgia, Garamond, dll. Ukuran font judul: minimal 16 pt ke atas, bisa bervariasi sesuai desain. Jangan asal copy-paste gambar , tapi pakai fitur impor atau place di program desain seperti CorelDraw, Photoshop, Adobe InDesign, dll. Margin standar: minimal 1,5 cm untuk kiri, kanan, atas, dan bawah supaya tampilan lebih rapi d...

Saat Hidup Terasa Stuck: Sebuah Percakapan dengan Diriku Sendiri

  "Halo Sawitri.. dimana?" Hufftt... sepertinya sudah lebih dari lima tahun terakhir ini, aku merasa hidupku seperti jalan di tempat. Produktivitas menurun kadang naik, semangat juga banyak turunya daripada naiknya dan meski dari luar terlihat “baik-baik saja” aku ngerti, ada sesuatu dalam diri yang kosong. Aku punya segala rutinitas. Aku kerja, punya kegiatan, teman-teman pun ada, lingkungan juga mendukung. Tapi tetap aja, hambar... Kadang semangat, kadang juga kosong saat gak ada aktivitas. Rasanya seperti hanya hidup untuk “menjalankan hari”, bukan untuk benar-benar menjalaninya. Pagi hari adalah waktu yang paling berat. Bangun dan ingin tidur lagi, padahal secara logika, tidur sudah cukup. Tapi energinya... seperti menguap begitu saja. Aku punya mimpi, tapi dulu. Dan sekarang?, mimpi-mimpi itu terasa jauh. Seolah dunia dan aku berhenti berjalan bersamaan. Parahnya lagi, bahkan aku gak tahu lagi apa yang sebenarnya aku pengen. Lingkungan sekitar seharusnya mendukung. G...