Langsung ke konten utama

Tahu isi Daging Cincang,berminum jus Sirsat,hem-nikmat


Hari minggu yang sepi ini, nggak ada yang bisa di lakukan. Mau shopping gak ada duing,eh maksudnya money. Mau keluar gak ada kendaraan. Mau nonton TV gak ada yang bagus untuk di Delok, yo wis masak ae, he2x
Bahan:
Tahu (TOFU)
Tepung terigu
Saus tomat
Mentega/margarin
Minyak goreng
Air
Isi:
Daging Cincang
Bumbu:
Kunir
Merica
Garam
Penyedap Rasa (opo-ae)
Bawang Putih
Daun Salam
Cara:
1. Rebuslah tahu dalam air bersama dengan bawang putih,garam,merica,margarin sampai mendidih. Angkat tiriskan
2. Potong tahu jadi 2 bagian menyerupai kubus. Panaskan minyak goreng dalam api kecil. Goreng tahu hingga matang dan garing. Angkat tiriskan
3. Ulek kunir,garam, penyedap rasa, bawang putih dan daun salam. Campurkan 3 sendok makan tepung terigu ke mangkuk dengan ulekan bumbu tambahkan air hingga agak kental.
4. Tahu yang telah di goreng. Iris bagian tahu untuk mengeluarkan isi tahu yang lunak. Campurkan dengan daging cincang dan tambahkan garam. Aduk
5. Masukkan isi tersebut ke dalam tahu. Lalu celupkan ke dalam adonan tepung kental. Panaskan minyak goreng dan sedikit mentega agar lebih gurih. Goreng hingga tampak krispi. Angkat tiriskan
6. Sajikan dengan saus tomat atau apa saja.
Apalagi kalau ditambah jus sirsat. Es jeruk.
Es degan.
Wah bikin segerr..
Takaran di pikir sendiri ya, karena aku membuat tanpa takaran dan pikir-pikir..
Good Day,

Komentar

Popular Posts

23 vs 32

10 tahun lalu terasa berat buatku, bahkan 10 tahun setelahnya juga masih terasa berat.. "Merayakan hari jadi diri sendiri dengan sendirian di usia 32th" Hari ini banget aku pergi ke Sate Kelopo favorit di sebelah gedung Intiland dan siapa tahu ibu sang penjual sepertinya agak hafal wajahku bertanya " kok dewean ?", dalam hatiku hmm sepertinya aku selalu sendirian bu :') tapi terima kasih bu sudah mengajak aku bicara di hari ultahku itu sangat berarti. So, aku sangat bersyukur dengan usia yang begitu matang. Usia 23 tahun di 10 tahun lalu, diriku masih struggle dengan kehidupan, mulai mencari kerja, mencari jati diri, dapat kerja tapi gaji masih difokuskan ke rumah, gak fokus buat nikah karena kepikiran karena belum stabil semuanya, quarter life crisis walaupun sampai sekarang tapi, setidaknya aku bersyukur sudah melewati fase itu. Tapi itu 10 tahun lalu. Sekarang? jadi dewasa itu penuh dengan pertimbangan, udah 10 tahun bekerja tapi nggak naik-naik jabatan ehhh...

Tips Membuat Majalah, Koran, Brosur, dan Sejenisnya

Tips Membuat Majalah, Koran, Brosur, dan Sejenisnya Sebenarnya, bikin majalah, koran, brosur, atau leaflet itu punya beberapa aturan dasar yang sama dan tujuan format yang jelas. Dari pengalaman saya, banyak desainer pemula yang asal jadi aja tanpa ngerti aturan penting. Padahal, misalnya buat majalah, ada aturan khusus seperti jumlah halaman, ukuran font, pengaturan gambar, margin, dan lain-lain. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan: Jumlah halaman harus kelipatan 4 (misal: 12, 16, 20, 24, 28, dst). Ini supaya nggak ada halaman kosong yang mubazir. Ukuran font isi majalah: 9-10 pt, pakai font yang umum seperti Arial, Times New Roman, Georgia, Garamond, dll. Ukuran font judul: minimal 16 pt ke atas, bisa bervariasi sesuai desain. Jangan asal copy-paste gambar , tapi pakai fitur impor atau place di program desain seperti CorelDraw, Photoshop, Adobe InDesign, dll. Margin standar: minimal 1,5 cm untuk kiri, kanan, atas, dan bawah supaya tampilan lebih rapi d...

Saat Hidup Terasa Stuck: Sebuah Percakapan dengan Diriku Sendiri

  "Halo Sawitri.. dimana?" Hufftt... sepertinya sudah lebih dari lima tahun terakhir ini, aku merasa hidupku seperti jalan di tempat. Produktivitas menurun kadang naik, semangat juga banyak turunya daripada naiknya dan meski dari luar terlihat “baik-baik saja” aku ngerti, ada sesuatu dalam diri yang kosong. Aku punya segala rutinitas. Aku kerja, punya kegiatan, teman-teman pun ada, lingkungan juga mendukung. Tapi tetap aja, hambar... Kadang semangat, kadang juga kosong saat gak ada aktivitas. Rasanya seperti hanya hidup untuk “menjalankan hari”, bukan untuk benar-benar menjalaninya. Pagi hari adalah waktu yang paling berat. Bangun dan ingin tidur lagi, padahal secara logika, tidur sudah cukup. Tapi energinya... seperti menguap begitu saja. Aku punya mimpi, tapi dulu. Dan sekarang?, mimpi-mimpi itu terasa jauh. Seolah dunia dan aku berhenti berjalan bersamaan. Parahnya lagi, bahkan aku gak tahu lagi apa yang sebenarnya aku pengen. Lingkungan sekitar seharusnya mendukung. G...